Kamis, 29 September 2016

Cerpen Sedih 2016 by dimas

Artikel remaja dan sastra indonesia

Cerpen Sedih Terbaik dan Mengharukan Update 2016

Artikel Terbaru:
Cerpen Sedih - Kali ini admin akan memeberikan kumpulan cerpen sedih yang bisa menjadi bacaan yang romantis dan mengharukan dari berbagai sumber dan kiriman pembaca,... silahkan disimak :

Kumpulan Cerpen Sedih

Cinta Di Akhir Nada
Matahari mulai memanas dan keringat mengucur di dahiku. Masih empat lagu yang belum kubawakan , tapi ku tak sanggup lagi tuk berdiri. ..... baca selengkapnya

Cerpen Sedih - Kado Terindah
“loe gila ya Win? Gimana bisa loe nyomblangin gue sama mantan loe.” sergahku.
“Firan sendiri yang minta,  ya gue kabulin.” Jawab Windi. ..... baca selengkapnya

Selamat Tinggal
Pagi ini, aku bangun gak seperti hari biasanya. Mataku terbuka tanpa aku mendengar suara alarm handphoneku yang sebelumnya tak  ..... baca selengkapnya

Cerpen Sedih - Benar-benar Tak Bisa
Kamarku mulai terasa hangat. Cahaya sang mentari mulai menyilaukan mataku yang belum sepenuhnya terbuka. Aku berusaha bangun ..... baca selengkapnya

Nah, demikian cerpen sedih kali ini, update selanjutnya akan di posting kedepannya ... terimakasih sudah membaca..!!

artikel terkait :
cerpen romantis
cerpen persahabatan
cerpen lucu
cerpen cinta
 

Cerita ML Terbaru 2016 by dimas

VIMAX
obat pembesar penis
Pasang Iklan Murah
Home » Cerita Sex - Tante » Cerita Sex Ketika BH hitam Bu Denok Terbuka

Cerita Sex Ketika BH hitam Bu Denok Terbuka

VIMAX VIMAX
Ceita Sexs ” Berbagi Kisah Seks Dewasa Antara Bu Denok Mantan Gurunya Yang Dulu Waktu Masih SMP”Cerita Dewasa Seru Lainya
Namaku Indra, dan ini ceritaku saat masih 18 tahun. Saat berangkat keyogya untuk kuliah aku bertemu dengan Bu Denok dan Pak Jerry suaminya. Bu Denok adalah mantan guruku saat SMP dulu. Setelah bercerita panjang lebar mereka menawarkan padaku untuk tinggal ditempat mereka selama aku kuliah. Setelah mendapat ijin orang tuaku, akupun menerima tawaran baik mereka karna aku memang tidak punya kenalan diyogya.

Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok

Cerita Sex Terbaru
Setelah sebulan tinggal bersama aku tahu kalau Pak Jerry yang bekerja diluar pulau sering sekali berangkat, sementara kedua anaknya lebih memilih tinggal bersama neneknya dikalimantan untuk mernyelesaikan pendidikan dasar mereka. Aku sering melihat Bu Denok melamun sepulang dia dari mengajar disekolah. Bu Denok juga sering cerita panjang lebar padaku tentang kesepiannya dirumah selama ini. Dan aku selalu menjadi pendengar yang baik.
Dibalik sikap baik yang kuperlihatkan, terpendam hasrat yang ada sejak SMP dan tumbuh lagi sejak pertemuan kembali dengan Bu Denok sekarang. Waktu SMP dulu aku paling bersemangat jika pelajaran Bu Denok, selain cara mengajarnya yang enak aku bisa mengintip BH yang dia gunakan. Antara kancing didada dan kerah lehernya terdapat celah yang sering terbuka, sehingga jika diperhatikan secara teliti, orang pasti bisa melihat pakaian dalam yang ia gunakan. Dan selama penagamatanku Bu Denok selalu memakai BH warna Hitam.
Itu selalu menjadi santapanku setiap mata pelajarannya. Bahkan aku selalu memperhatikan gerak-geriknya selama disekolah. Waktu itu usianya 28 tahun, dengan wajahnya yang putih dan bentuk tubuhnya yang menawan membuatku selalu menjadikannya sebagai objek hayalan jika onani. Sekarang diusianya yang ke 34 tdak terlihat kalau Bu Denok telah memiliki 2 orang anak yang sudah SMP. Malah menurutku ia terlihat lebih menawan, terutama pada bagian pinggul dan dada ukuran 38arB yang lekukannya semakin terbentuk. Itu semua karena program BL yang diikutinya tiap senin dan kamis sore.
Awalnya aku cuma mengkhayalkan tubuh Bu Denok jika sedang bermasturbasi. Kemudian aku melakukannya sambil memegang CD dan BH hitam milik Bu Denok, sampai akhirnya aku berani menguping jika Pak Jerry yang pulang dan sedang bercinta denagn Bu Denok. Sambil mendengar desahan dan erangan erotis dari dalam kamar, tanganku asik mngocok batang kontolku yang lumayan besar. Dan bila sudah keluar kubersihkan dengan CD atau BH Bu Denok yang akan dicuci besok.
Akhirnya muncul niatku untuk mencicipi lubang vagina Bu Denok yang pasti sangat keset dan terawat. Aku melakukannya setelah 4 bulan tinggal disana, saat itu hari kamis dan suaminya sudah berangkat seminggu. Aku menunggu didalam kamar sambil membayangkan “malam pertama” yang akan kulalui bersama Bu Denok. Saat dia pulang dari BL aku membukakan pintu rumah.
“Sore Ndra.. baru pulang?” Sapanya ramah dan tersenyum padaku.
“Iya Bu.. baru aja” Balasku sambil mengangguk.
Kemudian dia pergi kedapur membuat segelas susu lalu diletakkan datas meja makan. Kemudian ia masuk kamar untuk mandi. Saat dia mandi, kumasukkan serbuk tidur yang kubeli di apotik kedalam susu yang akan diminumnya.
Sekitar 45 menit kemudian Bu Denok keluar dari kamar, ia menggunakan daster motif bunga warna biru dengan panjang selutut tanpa lengan dengan belahan dada yang agak rendah, sehingga jika dia agak membungkuk belahan payudaranya yang indah akan tampak jelas terlihat olehku. Setelah mengambil susu di atas meja dia duduk menemaniku menonton TV di ruang tengah.
“Ada berita apa Ndra?” Tanyanya sambil meminum susu.
“Biasa Bu.. politik gak ada habis-habisnya” Sahutku sambil mencuri pandang keketiaknya.
“Bapa ada nelepon gak?”Tanyanya lagi sambil menghabiskan susu di gelas.
“Belum Bu, mungkin masih ngelonin istri baru” Candaku.
“Nakal ya..” Tegurnya sambil mencubit pinggangku.
Aku tidak menghindar karena dengan itu aku bisa melihat belahan dadanya yang seperti ingin melompat dari dalam dasternya.
Sekitar 5 menit kemudian Bu Denok mulai menguap dan kepalanya mulai jatuh karena sangat mengantuk.
“Ndra ibu tidur duluan.. Gak tau kok ngantuk banget hari ini” Pamitnya.
“Mungkin tadi terlalu diforsir tenaganya Bu” Sahutku dengan tersenyum.
Kemudian Bu Denok masuk kamar dan menutupnya. Setelah 10 menit menunggu aku mulai beraksi, kuketuk pintunya pelan tiga kali lalu kupanggil namanya, tak ada jawaban. Kuulangi sekali lagi tetap tak ada jawaban, kuputar pegangan pintu dan kubuka dengan sangat perlahan dan kututup keras-keras. Bu Denok tidak bereaksi di atas kasurnya.
Kulihat jam dinding, 18:13 masih banyak waktu pikirku. Aku naik keatas kasur lalu ku perhatikan wajahnya, cantik sekali. Kucium bibirnya dengan lembut, lalu kujilati wajahnya sampai basah kemudian ciumanku turun kelehernya. Kusapu sekeliling lehernya dengan jilatan dan sedotan hingga memerah. Setelah puas kuturunkan kepalaku kedadanya, walau masih berpakaian lengkap tapi bisa kurasakan kekenyalan sepasang payudara yang indah itu. Kedua tanganku secara perlahan tapi pasti meraih kedua bukit kembar itu lalu mengusapnya dengan lembut sementara kepalaku turun keselangkangnnya. Dibalik kain daster itu tercium aroma kewanitaan yang sangat merangsang.
Kuhirup puas-puas wangi yang memabukkan itu, sehingga mengakibatkan remasan-remasan yang kulakukan kepayudara Bu Denok menjadi kasar dan tak terkendali. Tarikan napasku semakin berat seiring dengan hasrat yang semakin menggebu. Kemudian aku membuka semua pakaian yang mnelekat ditubuhku, dan menutup mataku dengan kain. Setelah itu kubuka daster yang dikenakan oleh Bu Denok kemudian kuatur posisi tubuhnya, Kedua tangan di atas kepala dan kaki yang membuka lebar. Lalu kubvka kain penutup mataku, pemandangan yang erotis dan menantang langsung terlihat dihadapanku. Tubuh Bu Denok yang tergolek lemah dan tak berdaya kini hanya ditutupi oleh BH hitam pada payudaranya yang montok dan CD pink yang menggembung pada selangkangannya. Batang penisku semakin tegak mengacung siap perang.
Kudekati tindih tubuh Bu Denok yang tergolek lemah dan pasrah itu. Kucium bagian payudaranya yang tak tertutup BH, lalu tanganku menelusup kedalam BHnya dan meraih salah satu puting susunya kemudian memilin-milinnya. Dengan napas yang makin memburu kusingkap BHnya keatas sehingga kedua payudaranya langsung membusung kedepan seakan mengundangku untuk menikmatinya. Kuciumi kedua payudaranya lalu kukulum, kusedot dan kugigit-gigit putingnya sampai memerah. Setelah itu kulirik selangkangannya, CD pink Bu Denok tak mampu menutupi beberapa helai rambut hitam yang menjulur keluar dari balik CD itu. Kutahan hasrat itu karena aku ingin menikmatinya saat Bu Denok mulai sadar nanti.
Kuraih kedua payudaranya kuremas-remas dengan kasar lalu kuletakkan batang penisku diantara sepasang susu yang indah itu. Kemudian aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, rasanya nikmat sekali walau pasti tak senikmat jika masuk kelubang vaginanya batinku. Pelan tapi pasti rasa nikmat mulai merasukiku, napasku mulai tersengal dan desahan mulai keluar dari mulutku tanpa diminta. Butir-butir keringat makin mengalir deras, kukulum bibir Bu Denok sejenak lalu kulanjutkan kembali genjotanku tanpa kenal lelah. Kulihat tubuh Bu Denok mulai berguncang karena gerakanku yang makin hebat.
Sekitar 10 menit berlalu dan aku sudah lelah menahan, kuputuskan untuk segera mengeluarkannya. Gerakan pinggulku makin kupercepat dan kedua payudaranya makin kurapatkan. Rasa nikmat tak terlukiskan mulai menjalari batang penis dan menyebar keseluruh tubuhku. Cairan putih kental dari kepala penisku dan membanjiri permukaan tubuh indah Bu Denok yang tergolek diam. Kukocok batang penisku sambil memuntahkan cairan spermaku kewajahnya, desahan-desahan nikmat keluar dari mulutku.
Setelah selesai aku beristirahat sejenak sambil menatap tubuh Bu Denok yang hanya tertutup oleh CD saja. Kemudian kuambil lap dan air hangat yang memang sudah kupersiapkan, kubersihkan setiap bagian tubuhnya yang terkena siraman spermaku. Setelah itu kucium-cium sebentar lalu kupasangkan lagi BHnya, kemudian kubongkar lemarinya kucari baju yang biasa digunakan Bu Denok kesekolah. Setelah dapat kupakaikan ketubuhnya. Samar-samar terlihat sekali kalau baju itu membentuk lekukan yang sangat indah aku berdecak kagum. Kemudian aku menunggu dia bagun sambil memainkan payudaranya yang indah.
Aku duduk disampingnya saat Bu Denok mulai membuka matanya. Cahaya lampu tampak menyilaukan matanya, kuperhatikan bagian dadanya yang terbuka. Batang penisku perlahan tapi pasti kembali mengeras melihat pemandangan yang erotis itu.
“Jam berapa ini Ndra?” Tanyanya sambil mengucek mata.
“10 lewat 5 jawabku” Sementara mataku terus menatap kebelahan dadanya.
“Huuaah.. masih malam toh.. lagi ngapain kamu” Tegurnya sambil merentangkan tangan, otomatis belahan payudaranya terlihat sampai BHnya. Dan itu membuatku menjadi lupa diri.
“Lagi liat ini Bu..” Tanganku langsung meremas salah satu payudaranya yang montok.
“Jangan kurang ajar kamu ya” Bentaknya sambil menepis tanganku dan menutupi bagian dadanya yang terbuka.
Sambil mendekatinya kuceritakan semua yang baru saja kulakukan tadi. Wajahnya tampak memerah karena kaget dan tak percaya. Tiba-tiba aku langsung memeluknya, dan mencium bibirnya. Tak sampai disitu, kurebahkan tubuhnya keatas ranjang dan kuhimpit dengan tubuhku. Kulanjutkan aktifitasku, mencium dan melumat bibirnya.
“Jangan Ndra.. Ini dosa” Pinta Bu Denok lirih.
Tapi aku terus menciuminya, tanganku mulai menyusup kebalik baju Bu Denok. Bu Denok menangkisnya, dengan sedikit gerakan aku berhasil menepisnya dan terus menyusup masuk sampai menyentuh payudara Bu Denok yang masih terbunkus BH. Aku meremas lembut payudaranya yang montok itu. Bu Denok mendesah, aku terus meremas tidak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aku mengalihkan ciumanku ke lehernya. Bu Denok kembali mnedesah, jemari tanganku mulai nerayap kepunggungnya, dan terus melepas tali BHnya.
“Berhasil” Batinku. Bu Denok tersentak.
“Kita tidak boleh melakukan ini Ndra” sambil mendorongku kesamping.
“Memang tidak boleh sih.. tapi..”
Aku kembali merangkul Bu Denok, kali ini ciumanku lebih ganas dari pada yang pertama. Mulai dari bibir ke telinga terus menjalar ke lehernya. Jemari tanganku melanjutkan aksi lagi menarik keatas BH terus meremasnya, memuntir-muntir putingnya. Bu Denok pasrah dan kelihatan mulai panas dengan permainan yang kuterapkan. Aku mengangkat tubuh Bu Denok dan membuka baju serta BHnya, akupun demikian. Bu Denok tampak takjub melihat batang penisku. Aku memulai kembali aksiku, kali ini ciumanku kuarahkan ke payudaranya. Bu Denok menggeliat, apalagi tanganku menyentuh payudaranya yang satu lagi. Kami berdua telah bermandikan keringat, tangan Bu Denok menjambak rambutku.
Permainanku jemariku mulai merangkak ke bawah dan berusaha menyelusup kebalik rok dan CDnya. Bu Denok tidak lagi menangkisnya. Jemari tanganku menyentuh rambut kelaminnya, lalu jemariku menggesek-gesek sekitar liang vagina Bu Denok. Bu Denok mendesah panjang dan membenamkan kepalaku kepayudaranya, untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Setelah beberapa lama, ciumanku mulai merangkak kebawah sampai kebatas rambut vaginanya yang sedikit terbuka. Aku kemudian memeloroti rok dan CDnya, akupun demikian. Aku kembali terkagum melihat tubuh telanjang Bu Denok. Payudaranya putih padat berisi dihiasi puting susu yang berwarna coklat kemerah-merahan. Sementara Vaginanya dikelilingi rambut kelamin yang lebat.
Aku kembali beraksi, kali ini daerah sasaranku liang vaginanya. Aku menciumi dan menjilati yang agak menonjol disekitar liang vaginanya mungkin itu yang dinamakan kloritas. Setelah beberapa lama ciumanku kembali keatas, merentangkan tangannya yang menutupi payudaranya. Terus menjilati tubuhnya dan akhirnya mnedarat lagi di bibirnya. Batang penisku dengan mulut vagina Bu Denok saling beradu. Ini menyebabkan batang penisku ingin dimasukkan ketempatnya. Aku mengatur posisi dan melebarkan kaki bo Denok.
Bu Denok tersadar dan berkata, “Kita sudah terlalu jauh.. jangan teruskan”
Aku tidak lagi memperdulikan kata-kata Bu Denok karena hawa nafsuku sudah menuju puncak. Aku kembalimeraih Bu Denok dan menciumi bibirnya, kali ini lebih dahsyat lidahku bergoyang-goyang di mulutnya.
Bu Denok tak bisa berbuat apa-apa dan kembali larut dalam kenikmatan. Batang penisku yang sudah gatal ingin memasuki liang vagina Bu Denok. Aku mengambil posisi yang pas, batang penisku mulai memasuki pintu kewanitaannya. Seperti masih perawan, batang penisku sering melenceng memasuki liang vagina Bu Denok, aku terus berusaha dan akhirnya masuk juga batang vaginaku keliang vagina Bu Denok. Bu Denok mendesah panjang dan badannya berguncang.
“Gila keset amat.. kaya belum punya anak aja” batinku.
Bu Denok telah sedikit tenang dan batang penisku telah masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya semua batang kejantananku tenggelam di liang senggama Bu Denok. Aku menggoyangkan pinggulku sehingga batang kejantananku keluar masuk di liang senggama Bu Denok. Makin lama makin cepat, Bu Denok mendesah sambil menyebut namaku. Kami berdua bermandikan keringat walaupun cuaca pada saat itu lumayan dingin.
Erangan yang panjang disertai cairan hangat menerpa batang kejantananku yang masih berada didalamliang senggama Bu Denok. Rupanya Bu Denok telah mencapai orgasme, aku pun tidak tinggal diam dengan mempercepat gerakan batang kejantananku keluar masuk diliang senggama Bu Denok.
“Inilah saatnya” Batinku.
Akhirnya puncak kenikmatanku datang, spermaku muncrat didalam liang senggama Bu Denok bersamaan dengan cairan hangat yang kembali menyirami batang penisku, ternyata Bu Denok kembali orgasme. Malam itu berlanjut dengan beberapa kali orgasme Bu Denok, sampai akhirnya kami kelelahan dan tertidur.
Pagi harinya, Bu Denok bangun lebih dulu dan langsung kekamar mandi. Sesaat kemudian aku terbangun dan mendengar guyuran air dikamar dan mengetoknya, Bu Denok pun membuka pintu kamar mandi. Kembali aku terkesima melihat Bu Denok yang telanjang bulat dengan rambut yang basah. Gairahku kembali memuncak, aku masuk dan langsung merangkul tubuh Bu Denok.
“Mandi dulu dong” Pinta Bu Denok manja.
Akupun menuruti ajakannya kemudian mengguyuri tubuhku dengan air. Beberapa saat setelah itu aku menyabuni tubuhku dengan sabun cair. Bu Denok turut membantu, malah dia menyabuni batang kejantananku yang kembali tegak.
Rasa malu Bu Denok telah hilang, dia mengocok-ngocok batang kejantananku dengan lembut. Nikmat rasanya, dan pada saat hampir mencapai klimaksnya aku melepaskan tangan Bu Denok karena belum saatnya. Gantian aku yang menyabuni Bu Denok, mula-mula kedua tangannya lalu kedua kakinya. Sampailah kedaerah yang vital, aku berdiri dibelakang Bu Denok terus merangkulnya dan menyabuni payudaranya dengan kedua telapak tanganku. Terdengar Bu Denok mendesah panjang. Usapanku kebawah melewati perutnya hingga sampai keliang senggamanya. Kembali aku mengusapnya dengan lembut. Busa sabun hampir menutupi liang senggama Bu Denok, kali ini Bu Denok merintih nikmat. Setelah puas aku mengguyur kedua tubuh kami yang masih berangkulan.
Aku membalikkan tubuhnya dan kami pun saling berhadapan. Bu Denok kemudian mencium bibirku, aku membalasnya dan kemudian terjadi french kiss yang dahsyat. Tangan kami pun tidak tinggal diam, aku menyentuh payudara Bu Denok dan ia menyentuh batang kejantananku yang masih perkasa berdiri. Setelah beberapa lama, Bu Denok membimbing batang kejantananku memasuki liang senggamanya. Dengan melebarkan kakinya batang kejantananku kembali memasuki liang senggama Bu Denok. Bu Denok melilitkan tangannya ke leherku kemudian aku menggendong Bu Denok dan menyandarkan ke dinding kamar mandi.
Setelah itu aku kembali menggoyangkan pinggulku yang membuat kejantananku keluar masuk liang senggama Bu Denok. Akhirnya spermaku keluar dan membasahi seluruh dinding liang senggama Bu Denok. Ternayata ia belum mencapai klimaks, untuk membantunya aku menjilati liang senggama Bu Denok. Bu Denok sedikit menjerit dengan apa yang kulakukan, Akhirnya Bu Denok mengeluarkan juga cairan dari liang senggamanya dan pas mengenai wajahku. Bu Denok terkulai nikmat, aku mengguyuri kembali tubuh kami berdua.
Aku dan Bu Denok telah selesai mandi, dan telah memakai pakaian masing-masing.
“Lain kali.. aku minta lagi ya sayang” Bisikku sambil menelusupkan tangan ke balik baju kerjanya.
“Atur aja” Desahnya manja.
Kemudian Bu Denok berangkat kerja dan aku pergi kuliah. Pokoknya selama bertugas Pak Jerry keluar pulau, aku menggantikan tugasnya memenuhi hasrat biologis Bu Denok di tempat tidur.

Bagaimana Dengan Cerita Ngentot Bu Denok Hotkah Gan/Sis ?

Like
1
Vimax Asli

About Admin Cerita Sexs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*
[+] kaskus emoticons

Bagan Batu online by dimas












Bagan Sinembah Pujud Simpang Kanan Pasir Limau Kapas Batu Hampar Rantau Kopar Pekaitan Kubu Babussalam Index Thursday, 29 September 2016 9:09:49 AM Edited by rohilonline Media Hot News›› Pemkab Rohil Terus Tingkatkan Sarana dan Prasarana Kesehatan Beranda bagansinembah Bupati Rohil: Kota Bagan Sinembah Berkembang Pesat Rohil-Pesatnya perkembangan Kecamatan Bagan Sinembah melatarbelakangi dimekarkanya Kota berjulukan Bagan Batu tersebut. Program pemekaran dilakukan guna mempercepat akses layanan yang diberikan pemerintah ke masyarakat. "Jadi Bagan Batu ini Bapak Ibu, kenapa dipisakan menjadi tiga, karena sudah terlalu padat. Masyarakat dari Balai Jaya berurusan ke kant.... Senin,13 Juli 2015 | 02:04:00 WIB Bupati Rohil: Kota Bagan Sinembah Berkembang Pesat Bupati Rohil: Kota Bagan Sinembah Berkembang Pesat Rohil-Pesatnya perkembangan Kecamatan Bagan Sinembah melatarbelakangi dimekarkanya Kota berjulukan Bagan Batu tersebut. Program pemekaran dilakukan guna mempercepat akses layanan yang diberikan pemerintah ke masyarakat. "Jadi Bagan Batu ini Bapak Ibu, kenapa dipisakan menjadi tiga, karena sudah terlalu padat. Masyarakat dari Balai Jaya berurusan ke kant.... Kamis,02 April 2015 | 01:45:00 WIB Camat Bagansinembah Larang Warung Remang-remang Jual Minuman Keras Camat Bagansinembah Larang Warung Remang-remang Jual Minuman Keras BAGANSIAPIAPI, - Camat Bagansinembah, M,Nasir, S.Pd meminta kepada pemilik warung remang remang yang ada di kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Batu agar mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh pihak kecamatan agar setiap warung hanya diperbolehkan menjual rokok dan minuman ringan. ''Kita melarang warung remang remang menjual minuman keras tanpa terkecuali. Nanti kita a.... Rabu,24 September 2014 | 03:57:00 WIB Kurir Narkoba di Rohil Ini Divonis 6,6 Tahun Kurir Narkoba di Rohil Ini Divonis 6,6 Tahun ROKAN HILIR - Seorang kurir narkoba bernama Abdi Triento divonis 6,6 tahun penjara pada sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri Ujung Tanjung Rokan Hilir, Riau, Senin (22/9), terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Sidang putusan yan.... Senin,16 Desember 2013 | 09:15:00 WIB Baru Ditertibkan, PKL Bagan Batu Marak Lagi Baru Ditertibkan, PKL Bagan Batu Marak Lagi BAGAN BATU – Baru hitungan hari ditertibkan. Pedagang Kaki Lima (PKL) masih saja membandel dan menggelar dagangannya di badan Jalan Sudirman, Kota Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah. Padahal, sebelumnya lapak mereka di kawasan Pajak Lama juga dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Upika setempat. Akibat PKL membandel, kini ruas jalan lintas Riau-Sumut .... Sabtu,14 Desember 2013 | 03:22:00 WIB Polsek Bagan Sinembah Bekuk Agen Togel Polsek Bagan Sinembah Bekuk Agen Togel BAGAN BATU - Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah kembali membekuk agen toto gelap (Togel) yang beroprasi di warung milik Bu Keus, Bagan Batu, Kamis (12/12/2013). Dari tangan pelaku bernama Astin Bangun Sihombing (27) warga Jalan Piere Tandean, Kepenghuluan Bagan Batu ini, polisi menyita uang tunai Rp500 ribu dan satu unit handphone merek Nokia jenis 1616 sebagai barang bukti (BB), sekir.... Sabtu,07 Desember 2013 | 01:50:00 WIB Pelanggan PLN Bagan Batu Nunggak Rp10 Miliar Pelanggan PLN Bagan Batu Nunggak Rp10 Miliar BAGAN BATU - PLN Rayon Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, menegaskan tunggakan pelanggan secara keseluruhan hingga Desember ini mencapai Rp10 miliar. Untuk itu, pihaknya mengimbau bagi pelanggan untuk melunasi tunggakannya sebelum pihak PLN memutus saluran listrik di rumah warga. "Sampai akhir tahun 2013 ini, jumlah tunggakan pelanggan mencapai Rp10 miliar. Angka itu da.... Senin,02 Desember 2013 | 01:32:00 WIB Waspada, Pupuk Palsu Beredar di Bagan Batu Waspada, Pupuk Palsu Beredar di Bagan Batu BAGAN BATU - Petani kelapa sawit di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah diharap meningkatkan kewaspadaanya terhadap peredaran pupuk palsu sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya, peredaran pupuk palsu itu mirip dengan aslinya. Demikian dimbauan ini disampaikan Kepala UPT Dinas Pertanian dan Peternakan, Bagan Sinembah, J Damanik, Sabtu (30/11/2013) akhi.... Sabtu,30 November 2013 | 01:06:00 WIB Parit Pasar Baru Bagan Batu Dipenuhi Sampah Parit Pasar Baru Bagan Batu Dipenuhi Sampah BAGAN BATU - Parit Pasar Baru, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, sampah di pasar ini berserakkan, malahan, drainase tersumbat oleh sesakkan sampah. Kondisi memprihatinkan itu didukung kurangnya kepedulian masyarakat menanamkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta jarangnya petugas mengangkut sampah. &.... Rabu,27 November 2013 | 04:05:00 WIB Camat Pantau 34 TPS Pilgubri di Bagan Batu Camat Pantau 34 TPS Pilgubri di Bagan Batu BAGAN BATU - Camat Bagan Sinembah, Hadyono SH, sehari jelang pencoblosan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) putaran kedua, Selasa (26/11/2013) meninjau 34 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bagan Batu dan wilayah lainnya. Menurut, semua persiapan yang ada di TPS sudah siap melaksanakan pencoblosan Pilgubri putaran kedua, Rabu (27/11/2013) hari ini. "Cuma ingin mengetahui per.... Senin,28 Oktober 2013 | 11:32:00 WIB Jual Beli di Pajak Baru Bagan Batu Mulai Ramai Jual Beli di Pajak Baru Bagan Batu Mulai Ramai BAGAN BATU - Aktivitas jual beli di Pajak Baru Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah mulai ramai kembali. Padahal, sebelumnya di tempat ini traksaksi jual beli terlihat lesu. "Sudah sepekan terakhir kembali ramai pembeli. Pedagang pun menjadi bersemangat kalau seperti ini. Walau ramainya seminggu sekali, tapi tak masalahlah, siapa tahu bisa ramai seterusnya," ujar sa....